Memahami makna filosofis yang terkandung dalam Nilai-nilai Kementerian Keuangan

INDONESIASATU.CO.ID:

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 312/KMK.01/2011 tentang Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang ditetapkan pada tanggal 12 September 2011 telah menjadi tonggak baru bagi insan Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia. Sejak saat itu, telah dicanangkan bahwa Nilai-nilai Kementerian Keuangan menjadi dasar dan pondasi bagi institusi maupun anggotanya dalam mengabdi, bekerja, dan bersikap.

Adapun Nilai-nilai Kementerian Keuangan tersebut terdiri dari 5 (lima) hal, yakni :

  1. Integritas

Dalam Integritas terkandung makna bahwa dalam berpikir, berkata, berperilaku, dan bertindak, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya dengan baik dan benar serta selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.

Perilaku Utama Integritas adaIah:

  1. bersikap jujur, tulus dan dapat dipercaya;
  2. menjaga martabat dan tidak melakukan hal-hal tercela.

 

  1. Profesionalisme

Dalam ProfesionaIisme terkandung makna bahwa dalam bekerja, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya dengan tuntas dan akurat berdasarkan kompetensi terbaik dan penuh tanggung jawab serta komitmen yang tinggi.

Perilaku Utama Profesionalisme adaIah :

  1. memiliki keahlian dan pengetahuan yang luas;
  2. bekerja dengan hati.
  1. Sinergi

Dalam Sinergi terkandung makna bahwa Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan memiliki komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkuaIitas.

Perilaku Utama Sinergi adalah :

  1. memiIiki sangka baik, saling percaya, dan menghormati;
  2. menemukan dan melaksanakan solusi terbaik.

 

  1. Pelayanan

Dalam Pelayanan terkandung makna bahwa dalam memberikan pelayanan, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat, dan aman.

Perilaku Utama Pelayanan adalah :

  1. melayani dengan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan;
  2. bersikap proaktif dan cepat tanggap.

 

  1. Kesempurnaan

Dalam Kesempurnaan terkandung makna bahwa Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan senantiasa melakukan upaya perbaikan di segala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.

Perilaku Utama Kesempurnaan adalah :

  1. melakukan perbaikan terus menerus;
  2. mengembangkan inovasi dan kreativitas.

 

Untuk lebih memahami dan menjiwai Nilai-nilai Kementerian Keuangan, diperlukan upaya menggali dan menghayati nilai-nilai tersebut secara lebih dalam. Pada tulisan ini, kami mencoba untuk berbagi ide dan pemikiran tentang makna filosofis yang terkandung didalamnya.

Pertama, bahwa ke 5 butir nilai tersebut seperti mata rantai yang saling terkait dan dapat berfungsi jika ada kesatuan dan harmonisasi. Ke 5 nilai ini harus dilihat seperti satu batang tubuh yang sempurna, yang memiliki nyawa dan fisik serta akal pikiran sekaligus. Integritas adalah nyawa yang menjiwai seluruh nilai-nilai lainnya. Sedangkan Profesionalisme, Sinergi dan Pelayanan sebagai tubuh, kaki dan tangan untuk bekerja dan berkarya. Sementara Kesempurnaan adalah akal pikiran yang menjadi inspirasi dan inovasi setiap karya dan perbuatan. Nilai-nilai Kementerian keuangan harus dipandang sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan dan melengkapi. Walaupun masing-masing nilai memiliki tempat dan fungsi yang berbeda namun saling menunjang. Dalam hal ini jika dipandang secara terpisah atau parsial, maka ia akan kehilangan maknanya. Seperti tubuh yang tak bernyawa dengan anggota tubuh yang terpisah-pisah.

Kedua, bahwa Integritas adalah nilai Kementerian Keuangan yang paling universal yang meliputi, mendasari dan menjiwai seluruh nilai lainnya. Integritas menjadi pondasi bagi seluruh nilai Kementerian Keuangan. Sebagaimana pondasi bagi sebuah bangunan. Sekuat dan sebaik apapun suatu bangunan, apabila tidak mempunyai pondasi atau mempunyai pondasi yang labil, maka bangunan tersebut akan mudah runtuh. Begitupun jika kita ibaratkan sebuah pohon yang kokoh dan besar. Ia memiliki pondasi berupa akar yang menghujam ke dalam tanah. Sehingga pohon tersebut berkembang menjadi rindang, berbuah, dan bermanfaat bagi manusia. Tidak mudah roboh ditiup angin, bisa menjadi tempat berteduh dan bernaung, serta dapat dinikmati buahnya oleh orang banyak. Integritas yang baik akan melahirkan para profesional yang bersinergi dan bersatu padu mencapai tujuan organisasi, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta selalu berusaha untuk meraih kesempurnaan dalam karya dan manfaat.

Ketiga, bahwa Profesionalisme yang diliputi dan didasari oleh Integritas menjiwai Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan. Profesionalisme yang diliputi dan didasari oleh Integratitas lah yang dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Profesionalisme tanpa Integritas seperti keahlian tanpa etika dan moral. Keahlian yang akan disalahgunakan, dan bukan untuk memberi manfaat bagi banyak orang.  Kita telah menyaksikan, betapapun tingginya tingkat profesionalitas seseorang, apabila tidak diliputi dan didasari oleh integritas, maka ia akan menjadikan keahlian dan kompetensi pribadinya sebagai alat untuk mengokohkan dan memperkaya diri sendiri dengan mengabaikan kepentingan orang banyak. “Profesionalisme yang berintegritas” telah menjadi nilai-nilai kemajuan yang dianut oleh hampir sebagian besar negara-negara modern di dunia.

Contoh sederhana, ketika seorang profesional ternama di Jepang yang diangkat sebagai pejabat, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, meskipun belum dijadikan  tersangka oleh aparat penegak hukum, namun dengan integritas pribadi yang tinggi, dengan rasa malu dan tanggungjawab moral, ia serta merta mengundurkan diri dan berhenti secara suka rela dari jabatannya. Begitupun di sebagian besar negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Apabila ada pejabat mereka yang baru terindikasi melakukan tindakan yang berlawanan dengan hukum, etika, atau standar moral pejabat negara, maka serta merta pejabat tersebut mengundurkan diri dengan suka rela dari jabatannya. Integritas dan Profesionalisme adalah dua standar nilai yang tidak dapat dipisahkan dan harga mati bagi sebagian besar negara-negara modern di dunia. Profesionalisme juga harus menjiwai Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Maknanya Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan hanya bernilai dan bermanfaat jika dilaksanakan oleh orang-orang yang profesional.

Contohnya dalam suatu kesebelasan sepakbola yang ingin mencapai prestasi sempurna. Apabila kesebelasan sepakbola tersebut terdiri dari para pemain profesional dengan kemampuan yang tinggi, maka kekompakan tim, disertai dengan para pemain dan official saling memberikan layanan terbaik kepada anggota tim, maka sangat besar kemungkinan tim tersebut akan meraih prestasi terbaik dan mencapai era kejayaannya. Sebut saja kesebelasan AC Milan dan Barcelona di masa keemasannya. Dua tim yang pada masa jayanya disebut-sebut sebagai Tim Impian atau “The Dream Team”. Adalah gambaran dua tim yang dipenuhi para pemain profesional dengan skill yang tinggi, sangat kompak, kreatif di dalam lapangan saat bermain, penuh improvisasi dan sulit untuk dikalahkan.

Keempat, Integritas dan Profesionalisme meliputi dan mendasari Sinergi. Dan Sinergi menjiwai Pelayanan dan Kesempurnaan. Maknanya bahwa Sinergi diantara para pegawai adalah sinergi yang diliputi dan didasari oleh integritas serta profesionalitas diantara mereka. Bukan Sinergi kosong yang hanya didasari pada semangat bekerjasama tanpa arah dan makna. Karena Sinergi yang didasari oleh Integritas adalah Sinergi yang tulus dengan tujuan yang luhur yakni bersatu mencapai tujuan organisasi karena merasa bersaudara dalam sebuah institusi. Sinergi yang tidak hanya pada tataran permukaan saja, hanya berpura-pura, namun di dalam masing-masing anggota tersimpan semangat saling dengki dan saling menjatuhkan. Sinergi yang didasari oleh Profesionalisme anggotanya adalah Sinergi dari sekumpulan orang yang merasa bersaudara meskipun mempunyai keahlian berbeda-beda, namun satu tujuan. Bersinerginya orang-orang yang memiliki keahlian tinggi ini akan menimbulkan dampak yang luar biasa yakni bersatunya berbagai bakat, kekuatan dan keahlian. Hal ini akan melahirkan kekuatan dahsyat yang dapat disatupadukan mencapai kemajuan. Sinergi juga harus menjiwai Pelayanan dan Kesempurnaan. Maknanya bahwa Pelayanan dan Kesempurnaan tidak akan mungkin wujud apabila diantara anggota sebuah institusi saling cakar dan saling menjatuhkan.

Contoh nyata dalam kehidupan kita mengenai Sinergi adalah kumpulan makhluk yang kita sebut semut hitam. Meskipun mereka berukuran sangat kecil, tetapi banyak benda-benda besar yang berukuran puluhan kali lipat dari ukuran tubuh mereka, dengan mudah dan cepat dapat diangkut dan dipindahkan. Kekompakan semut hitam sepatutnya kita ambil sebagai sebuah pelajaran tentang kedahsyatan dari suatu Sinergi.

Kelima, bahwa Integritas, Profesionalisme dan Sinergi meliputi dan mendasari Pelayanan. Pelayanan menjiwai Kesempurnaan. Maknanya adalah Pelayanan yang diberikan oleh Pegawai Kementerian Keuangan adalah pelayanan yang timbul dari tanggungjawab moral dan etikanya secara tulus karena merasa sebagai aparat negara yang telah digaji oleh rakyat (dalam hal ini melalui APBN). Ia berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap profesional karena hanya pelayanan yang profesional lah yang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ditambah dengan pelayanan yang solid dan kompak sehingga dapat memberikan pelayanan tercepat dan terbaik bagi masyarakat. Pelayanan juga harus menjiwai Kesempurnaan. Maknanya, kreatifitas dan inovasi yang selalu dikembangkan oleh Pegawai Kementerian Keuangan adalah dalam rangka memberikan Pelayanan yang terbaik dan memuaskan bagi masyarakat.

Contoh Pelayanan terbaik dapat kita lihat dalam silih bergantinya siang dan malam. Di pagi hari, Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Kuasa memberikan kita sinar mentari yang menyinari bumi tanpa kenal lelah. Menyinari seluruh pelosok, seluruh pantai, lembah, pegunungan tanpa pilih kasih. Sinar mentari memberi kita, hewan-hewan serta tumbuhan energi kehidupan agar makhluk di bumi ini dapat beraktifitas dengan sebaik-baiknya. Energi sinar mentari ini tak kenal lelah selalu terbit dari sebelah timur sampai pada senja hari, menjelang istirahat, tenggelam di ufuk barat. Tak pernah sekalipun kita dipungut bayaran untuk pelayanan sinarnya namun ia tak pernah berhenti menyinari kita semua sampai pada waktu yang telah ditentukan Allah SWT Yang Maha Pencipta.

Keenam, Integritas, Profesionalisme, Sinergi dan Pelayanan meliputi dan mendasari serta menjiwai Kesempurnaan. Maknanya bahwa dengan Integritas, Profesionalisme, Sinergi, dan Pelayanan yang baik dan berkualitas, maka Kesempurnaan hasil dan manfaat (output dan outcome) akan dapat diraih bersama oleh seluruh insan Kementerian Keuangan. Kreatifitas dan Inovasi akan berkembang pesat dengan semangat memberikan yang terbaik bagi institusi dan masyarakat.

Sebagai penutup, kita dapat merangkum sebuah kalimat indah untuk menggambarkan perwujudan Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang telah dipahami dan dijiwai oleh segenap insan Kementerian Keuangan sebagai berikut :

“Dirimu adalah jiwa luhur dan tulus mengayomi kehebatan dan kemampuan seorang begawan keuangan, membangun menara kejayaan bagi bumi pertiwi di pentas dunia dengan kebersamaan dan kekompakan untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa pamrih bak sinar mentari di pagi hari nan indah sembari terus menapaki puncak-puncak kesempurnaan prestasi dan karya bagi bangsa dan negara.”

Referensi :

  1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN;
  2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS;
  4. Peraturan Pemerintah 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
  5. Peraturan Pemerintah 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;
  6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 312/KMK.01/2011 tentang Nilai-nilai Kementerian Keuangan.

Penulis,

Muhammad Ridha (Kepala Subbagian Umum Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Mukomuko)

Tulisan ini merupakan pandangan dan pendapat pribadi, tidak mewakili kebijakan institusi

  • Whatsapp

Berita Terkait

* Belum ada berita terpopuler.

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita